Makassar,takalar infota-Aktivis kemanusiaan asal Kota Makassar, Andi Angga Prasadewa (32), dikabarkan menjadi korban penyanderaan tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, Senin (18/5/2026).
Alumni Universitas Cenderawasih itu diketahui ikut dalam pelayaran bantuan kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla (GSF) menggunakan kapal Josef. Dalam perjalanan di laut lepas Mediterania menuju Gaza, kapal tersebut dilaporkan dicegat angkatan laut Israel.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andi Angga Prasadewa merupakan relawan dari Rumah Zakat dan menjadi delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
Ibu Andi Angga Prasadewa, Sutrawati Kaharuddin, mengaku pertama kali mengetahui kabar penyanderaan anaknya melalui media sosial dan pihak Rumah Zakat.
"Dari media sosial dan pihak rumah zakat," kata Sutrawati saat ditemui di rumahnya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (19/5/2026).
Sutrawati menuturkan, putra pertamanya itu memang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sejak masih duduk di bangku SMA. Misi ke Palestina kali ini disebut menjadi perjalanan kemanusiaan ketiganya ke luar negeri.
"Ke sana (Palestina) membawa misi kemanusiaan, kebetulan anak saya itu adalah delegasi Indonesia yang dikirim oleh Rumah Zakat," ungkapnya.
Sebelum berlayar menuju Palestina, Andi Angga Prasadewa bersama sejumlah relawan lainnya disebut sempat menjalani pelatihan di Turki.
"Berangkat ke sana (Turki) bulan kemarin, tapi mereka lama karena harus ikut pelatihan dulu baru bisa turun berlayar (ke Palestina)," ujar Sutrawati.
Di tengah misi tersebut, Sutrawati mengaku terus diliputi rasa khawatir terhadap keselamatan anaknya. Ia bahkan beberapa kali menghubungi Andi Angga Prasadewa melalui WhatsApp sebelum komunikasi akhirnya terputus.
"Awalnya itu khawatir, jadi saya WA (WhatsApp) terus, sempat dijawab satu kali terus tidak ada lagi komunikasi. Saya cuman sampaikan hal-hal penting, kakak (Andi Angga Prasadewa) hati-hati nah, kaka istighfar terus ya dalam perjalanan dan dijawab iye," tuturnya.
"Saya bilang yah Allah lindungi anakku, jaga anakku terus ya Rabbi. Itu terakhir," lanjut Sutrawati.
Saat ini, Andi Angga Prasadewa diketahui menjadi relawan di Rumah Zakat Bandung dan mendapat penugasan langsung untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan bagi warga Gaza.
Atas kejadian tersebut, Sutrawati meminta pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, agar segera membantu membebaskan anaknya.
"Saya meminta tolong kepada pemerintah, bapak presiden, bapak Prabowo untuk menyelamatkan rakyatnya, anak saya Angga. Karena anak saya ini aktivis kemanusiaan membawa bantuan ke Gaza," ungkap Sutrawati memohon.
"Saya minta tolong agar diselamatkan karena anak saya bukan teroris, tidak membawa senjata, anak saya ini hanya membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan. Jadi saya mohon sekali bapak presiden selamatkan anak saya," sambungnya.
Selain Andi Angga Prasadewa, terdapat empat jurnalis asal Indonesia yang juga dilaporkan ikut disandera dalam insiden tersebut. Mereka di antaranya Thoudy Badai dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo, serta Bambang Noroyono atau Abeng dari Republika.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan dalam misi kemanusiaan internasional menuju Gaza yang hingga kini masih menjadi sorotan dunia.

0 Komentar